Dusun Garege, Desa Kassi — Dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga, mahasiswa KKN-PPM UGM Attannung Jeneponto 2026 menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Edukasi Gizi di Posyandu Dusun Garege, Desa Kassi, Kecamatan Rumbia.

Kegiatan ini diikuti oleh para ibu hamil, ibu menyusui, kader posyandu, serta masyarakat setempat dengan antusias. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun sebagai langkah utama dalam mencegah stunting.

"Pencegahan stunting dimulai sejak masa kehamilan dan berlanjut selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sehingga pemenuhan gizi yang baik menjadi investasi bagi masa depan anak."

Materi Sosialisasi Pencegahan Stunting

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan penjelasan mengenai stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun. Selain mengenal penyebab stunting, peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak jangka pendek maupun jangka panjang yang dapat memengaruhi kesehatan, perkembangan otak, hingga produktivitas anak di masa depan.

Poin-poin penting yang disampaikan antara lain:

  • Pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan.
  • Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan.
  • Pemberian MPASI yang tepat mulai usia enam bulan.
  • Imunisasi lengkap dan pemantauan pertumbuhan secara rutin.
  • Menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyakit infeksi.

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK)

Peserta juga dikenalkan dengan konsep 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), yaitu periode emas sejak awal kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada masa ini terjadi perkembangan otak dan organ tubuh yang sangat pesat sehingga membutuhkan asupan gizi yang optimal.

Selama periode tersebut, ibu hamil dan orang tua diharapkan memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan.
  • Mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran.
  • Memberikan ASI eksklusif.
  • Memberikan MPASI yang bergizi dan bervariasi.

Edukasi Protein Hewani untuk Mendukung Pertumbuhan Anak

Materi berikutnya membahas pentingnya protein hewani sebagai salah satu zat gizi yang berperan besar dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.

Protein hewani memiliki kandungan asam amino esensial yang lengkap serta kaya vitamin B12, zat besi, zinc, vitamin D, dan kalsium sehingga mudah diserap oleh tubuh. Oleh karena itu, konsumsi protein hewani secara rutin sangat dianjurkan untuk membantu meningkatkan status gizi anak.

Contoh sumber protein hewani yang mudah diperoleh:

  • Telur
  • Ikan
  • Ayam
  • Daging
  • Susu

Peserta juga diberikan contoh menu sederhana yang bergizi dan ekonomis, seperti:

  • Nasi dengan telur dadar.
  • Telur rebus.
  • Bubur ayam.
  • Sup ayam.

Pentingnya Protein Nabati bagi Ibu Hamil

Selain protein hewani, peserta juga memperoleh edukasi mengenai manfaat protein nabati bagi ibu hamil.

Protein nabati membantu pertumbuhan jaringan tubuh serta mendukung perkembangan janin sejak dalam kandungan. Konsumsi sayuran dan bahan pangan nabati juga menjadi pelengkap pemenuhan kebutuhan gizi sehari-hari.

Beberapa contoh sumber protein nabati yang diperkenalkan antara lain:

  • Bayam
  • Kacang panjang
  • Sawi
  • Brokoli
  • Asparagus

Selain kaya protein nabati, sayuran tersebut juga mengandung vitamin, mineral, zat besi, dan asam folat yang sangat dibutuhkan selama masa kehamilan.

Antusiasme Peserta

Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif. Para peserta aktif mengikuti penyampaian materi serta berdiskusi mengenai pola makan sehat selama kehamilan, pemberian ASI, hingga pemenuhan gizi anak di rumah.

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat, khususnya para ibu hamil dan ibu balita, semakin memahami pentingnya menjaga pola makan sehat dan memenuhi kebutuhan gizi keluarga sebagai upaya bersama dalam menurunkan angka stunting di Desa Kassi.

"Mencegah stunting bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga dalam memastikan asupan gizi yang cukup sejak masa kehamilan."

Harapan dari Kegiatan Sosialisasi

Melalui kegiatan sosialisasi ini, KKN-PPM UGM Attannung Jeneponto 2026 berharap pengetahuan yang telah disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pemenuhan gizi yang baik, konsumsi protein hewani dan nabati yang seimbang, serta perhatian terhadap 1000 Hari Pertama Kehidupan, diharapkan dapat lahir generasi Desa Kassi yang lebih sehat, cerdas, dan bebas stunting.