Berada di lereng gunung Lompobattang dengan ketinggian kurang lebih 700mdpl Desa Kassi memiliki bentang alam yang menyajikan keindahan alam khas dataran tinggi yang sejuk. Tidak hanya terkenal dengan hasil bumi dan keberadaan air yang melimpah, desa Kassi juga memiliki potensi dan kekayaan flora dan fauna, tidak terkecuali kupu-kupu bersayap cantik nan-endemik khas pulau Sulawesi.

Telah tercatat sekitar 40 spesies kupu-kupu selama pengamatan November 2024 - Januari 2025. Jumlah ini masih kemungkinan bertambah jika pengamatan dilakukan sepanjang tahun mengingat musim terbang beberapa jenis kupu-kupu spesifik hanya muncul di bulan-bulan tertentu. Hasil pengamatan berhasil mengidentifikasi 4 spesies kupu-kupu yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri lingkungan hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2018. Sayap cantiknya sering menjadi buruan para kolektor.

Empat spesies kupu-kupu yang dilindungi tersebut diantaranya: Troides helena, Troides halipron, Troides hypolitus, Cethosia myrina. Keberadaan kupu-kupu yang dilindungi ini mendorong Komunitas Teman Turatea melakukan sosialisasi dan mengajak warga desa melakukan penanaman tanaman inang dan bunga untuk kelestarian kupu-kupu langka di desa Kassi. Kegiatan konservasi Kupu-kupu yang dilakukan merupakan salah satu langkah penting untuk mendukung keberlanjutan Agro-Ekowisata Desa Kassi.

Betapa tidak, “ Kupu-kupu memiliki kelebihan sebagai penyerbuk, salah satunya sebagai penerbang jauh yang berperan aktif. Sedangkan lebah, bertugas melakukan penyerbukan tidak jauh dari sarangnya. Beberapa kelompok kupu-kupu juga berperan sebagai pemangsa bagi kutu daun. “ Peggie, Mongabay 2022.

Agro-Ekowisata di desa Kassi membutuhkan ekosistem alami yang mendukung kelestarian serangga penyerbuk untuk menjamin ketersediaan produk agrowisata. Dengan adanya serangga penyerbuk yang membantu proses penyerbukan tanaman buah yang menjadi komoditas agrowisata, maka rantai suply produk pertanian di desa Kassi akan terjaga.

Kegiatan konservasi kupu-kupu ini terlaksana berkat dukungan penuh dari pemangku Desa Kassi Kecamatan Rumbia dan Karang Taruna Kabupaten Jeneponto. Acara yang digelar pada 12 Januari 2025 tersebut dimulai dengan acara Nature Walk dari Aula menuju mata air, seluruh peserta diajak berkenalan dengan kupu-kupu yang beterbangan di sepanjang jalur. Anak-anak hingga dewasa diajak mengamati warna dan karakter terbang kupu-kupu. Alasan mengapa pelestarian ekosistem penting disosialisasikan onsite. Acara kemudian dilanjutkan dengan menanam tanaman Inang dan penyedia nektar bagi kupu-kupu.

Upaya pelestarian yang digagas oleh Teman Turatea ini diharapkan menambah perhatian publik kepada keberadaan kupu-kupu di Desa Kassi, tidak hanya bagi warga desa namun bagi semua masyarakat baik warga Sulawesi maupun dunia. Pelestarian ekositem kita tidak dapat dilakukan secara terpisah karena satuan ekosistem bumi kita saling terhubung.